Manager E&D PT SPR Langgak menjadi pembicara pada Seminar Mata Kuliah Problematika Produksi

Pada hari Selasa, tanggal 15 Oktober 2019 Program studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (FT UIR), mengadakan seminar dengan materi Mata Kuliah Problematika Produksi yang diadakan di Aula Fakultas Teknik. Pengisi pada seminar ini yaitu Mohammad Yasin Abdulfatah, ST., MT., Manager Exploration and Development di PT SPR Langgak, pengelola blok WK Langgak di Provinsi Riau, yang merupakan anak perusahaan dari PT SPR sebagai salah satu BUMD Provinsi Riau.

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Prodi Teknik perminyakan UIR Dr Eng. Muslim, Dosen Mata Kuliah Problematika Produksi Ibu Novrianti MT, dan sekitar 150 Mahasiswa dari beberapa Angkatan Prodi Teknik Perminyakan UIR.


Acara dibuka oleh Bapak Dr. Eng. Muslim yang menyampaikan bahwa menjalin kerjasama dengan industri migas di Provinsi Riau tetap dilakukan agar terjadinya link and match antara kampus dengan industri sehingga mahasiswa mendapatkan informasi langsung melalui seminar dari praktisi yang masing-masing ahli dibidangnya. Beberapa praktisi industri akan mengisi satu kali tatap muka sebelum UTS dan satu kali setelah UTS.



Materi Problematika Produksi disampaikan oleh Mohammad Yasin sekitar lebih dari 1 jam yang menjelaskan mengenai bagaimana PT SPR Langgak melakukan optimasi produksi di Lapangan tua yang sudah berproduksi hampir 40 tahun peninggalan Chevron. Penjelasan optimasi produksi dimulai dari identifikasi permasalahan, reservoir management, program well service / workover dan aplikasi teknologi baru disampaikan lebih detail oleh pembicara. Langkah-langkah yang dilakukan dalam optimasi produksi ini tertuang dalam Lapangan Langgak Framework yang meliputi optimasi produksi, pengembangan lapangan dan Rencana Enhanced Oil Recovery (EOR).
Acara seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk bertanya tentang permasalahan produksi dan solusinya. Kemudian seminar ini ditutup dengan sesi foto Bersama.

Pages:
Edit